Mini Yonku, ”Virus” Hobi dari Negeri Sakura

JAKARTA – Ibarat laut, hobi yang satu ini punya masa pasang surut. Trennya seperti   gelombang, timbul tenggelam. Ada satu masa di mana hobi ini begitu digandrungi. Bagai ”virus”, menebar ”kegilaan” pada tiap anak manusia. Beragam pengorbanan pun dilakoni demi memuaskan diri. Tak jarang, ”virus” itu mengundang rasa ketagihan. Namun saat badai sepi menghantam, mendadak sontak ditinggalkan para penggemarnya. Lalu akan kembali ramai pada satu waktu tertentu. Begitulah ilustrasi tentang hobi mini yonku di negeri ini. 

 Mini yonku adalah mainan yang amat populer di Jepang. Mainan ini lahir dari permainan yang sederhana. Adu balap mobil yang digerakkan sebuah dinamo (motor listrik berupa kumparan) dan sepasang baterai tipe AA. Ukurannya mini dan ringkas, 1 : 32. Bentuk mobilnya pun beragam. Tapi yang jelas itu adalah hasil rekaan produsen alias fantasi. Bukan replika mobil sesungguhnya. Di Amerika, mini yonku dikenal dengan sebutan mini 4WD

Agar tak lari ke mana-mana, mini yonku dimainkan dalam sebuah lintasan (track) mini. Sirkuit ini tak ubahnya sebuah lintasan balapan formula satu. Lengkap dengan beragam variasi medan yang menantang. Ada yang lurus, tikungan, chicane, naik-turun bukit kecil, atau menyilang untuk berpindah lintasan. Uniknya lintasan yang terbuat dari plastik ini, ada tiga yang berbatas dinding hingga membentuk lorong tikus. Di sinilah, mobil-mobilan itu beradu cepat. Di Amerika, mini yonku dikenal dengan sebutan mini 4WD.

Para pemain lazimnya ada di ”garis depan” agar mudah memainkannya. Biasanya, mereka duduk manis atau setengah bersimpuh. Sementara, pandangan tak pernah lepas dari tarian mobil di atas lintasan. Bagi penonton dipersilakan mengisi deretan belakang. Meski tak ada sekat khusus, tapi aturan tak tertulis itu harus ditaati. Bila tidak, tanggung sendiri risikonya.
Di sudut lain, sebagian pemain asyik kutak-katik mainan itu. Tangan-tangan itu tampak begitu terampil memainkan alat-alat mekanik, macam obeng, tang kecil, sekrup, baut dan lainnya. Yng pasti, berusaha keras menjadi yang tercepat dalam sebuah balapan. Inilah adrenalin untuk mencapai posisi bergengsi.

Film Animasi
Menurut M. Iskandarsyah (30), pelaku dan pengamat hobi ini, kegemaran memainkan mobil fantasi di atas lintasan itu berawal dari ”meledaknya” film animasi berjudul Let’s & Go di Jepang. Film ini juga diputar di sini. Anak-anak lokal pun suka hingga latah membeli mobil-mobil fantasi itu.

Cerita film itu sendiri diadopsi dari komik yang populer di Negeri Matahari Terbit itu. Saking terkenalnya, produsen mainan Jepang, Tamiya, Inc membuat replika mobil-mobilan itu pada 1987. Naluri tajam ini berbuah manis. Terbukti di kemudian hari, mini yonku buatan Tamiya itu berhasil menembus angka penjualan 10 juta unit. Tak pelak, Tamiya sukses merajai pasar mini yonku di seluruh dunia. ”Jadi, jangan heran bila di sini (Indonesia) mainan ini lebih dikenal dengan nama tamiya,” kata Ade, sapaan akrab M. Iskandarsyah.

Ade pun setuju bila hobi yang satu ini juga mengikuti masa pasang surut. Dulu, katanya, awal sembilan puluhan, anak-anak Indonesia keranjingan dengan hobi tamiya. Didukung strategi pemasaran dan momentum yang tepat, Tamiya berhasil menguasai pasar Indonesia. Puncaknya, digelar beragam lomba adu kebut tamiya.
Saat badai krisis menghantam, kepopuleran bermain Tamiya mendadak surut. Wajar, kesulitan keuangan memaksa orang tua untuk mengerem belanja mainan bagi anak-anak. Harga-harga melonjak. Nilai rupiah yang terus melemah, membuat harga mobil mini yonku dan segala aksesoris-nya menjadi tak terjangkau.
Bangkit Kembali
Kini, hobi main mini yonku alias tamiya, bangkit lagi. Anak-anak kembali berkerumun, mengelilingi sebuah lintasan mini. Toko-toko mainan kembali diramaikan rasa gemas, kecewa dan penasaran. Di beberapa pusat perbelanjaan, pengelolanya coba memanjakan anak dengan menggelar lintasan tamiya. Anak-anak ”berbau matahari” dan berbaju licin membaur jadi satu.

Ada hal yang menarik dari kebangkitan hobi ini. Harga sebuah mini yonku merek Tamiya yang dirasa mahal itu (rata-rata Rp 65.000), segera diisi ”pemain” lain. Dengan desain yang sama, merek-merek dari negeri Cina merayu pasar dengan harga yang jauh lebih murah. Tengok saja, merek Auldey dan Gokey yang ditawarkan dalam kisaran Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Ada juga buatan Korea dengan nama Academy, atau HJH keluaran Taiwan.

Begitupun dengan aksesori dan suku cadang mobil, macam ring, pemberat, bodi dan dinamo yang ditawarkan dengan harga terjangkau. Namun, menurut Ade, mutu barang-barang tadi tak cukup untuk menjadikannya sebagai jagoan dalam adu kebut. Tetap saja Tamiya diakui sebagai yang terbaik.


Dinamo dan Performa
Edwin Yehezkiel (10) bisa jadi contoh pemain anyar dalam hobi ini. Dia merengek pada orang tuanya untuk dibelikan sebuah mobil. Begitu dituruti, Edwin tak lantas puas. Ia masih penasaran dengan performa ”kuda pacu” itu. ”Wah, payah Om. Masih kurang kenceng,” keluhnya saat ditemui pada sebuah toko mainan di Vila Nusa Indah, Bekasi. Kebetulan, atau memang sengaja sebagai penarik perhatian, toko bernama ”Aneka Mainan” itu menyediakan sebuah lintasan mini yonku.
Pelajar kelas lima SD Harapan Bunda itu terjebak dalam penasaran. Setelah tanya sana-sini, masalah terpecahkan. Ia harus mengganti dinamo standar mobil mini yonku-nya. Lagi-lagi, Edwin merengek untuk dibelikan sebuah dinamo pacu yang lebih kuat hingga mampu melesatkan laju mobilnya.
”Memang benar, kunci utama balapan mini yonku terletak pada dinamonya. Jika mobil-mobilan itu digerakkan dinamo hyper dash maka ngibrit banget larinya. Sebab dinamo itu termasuk kategori cepat. Tapi harganya cukup mahal,” ujar Ade. Hyper dash ini termasuk dinamo tune up dengan karakteristik putaran tinggi. Cirinya, casing dicat hitam dan buntutnya dicetak dalam plastik merah.
Tentu di sinilah dibutuhkan pendidikan dan kreativitas tersendiri. Agar anak atau pehobi tak terjebak dalam biaya yang tinggi, Ade menyarankan untuk menggulung sendiri lilitan kumparan sebuah dinamo. Makin banyak jumlah lilitan, makin ciamik lari mobil. Dari situ tinggal ditambah pemberat di bagian depan dan belakang sasis. Plus stabilizer mobil, biasanya berupa ring yang terpasang pada antena di kiri kanan bodi.

Tak mau repot menggulung dinamo, ya silakan pilih buatan produsen. Yang penting jangan salah pilih. Sebab masing-masing disesuaikan untuk jenis balapan. Contohnya, Rev Tuned Motor. Dinamo ini punya performa baik untuk melahap jalur lurus. Dinamo ini juga cocok untuk jenis balapan teknikal. Dalam kategori balapan ini, performa terbaik dipegang dinamo, Atomic Tuned Motor.
Satu hal yang perlu diingat dalam balapan, teknikal kuncinya, jagalah mobil agar tetap berada di lintasan. Melayang keluar lintasan, silakan mundur. Bila balapannya bertipe speed, mau tak mau harus memilih Jet Dash Motor atau Ultra Dash Motor. Keduanya menampilkan performa bagus untuk mencapai kecepatan terbaik. Tapi risikonya boros energi dan boros kantong! Sebab, harus sering beli baterai baru. (SH/bayu dwi mardana)

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/121/hob1.html

16 thoughts on “Mini Yonku, ”Virus” Hobi dari Negeri Sakura”

  1. untuk mendapatkan top speed itu tergantung banyak sebenarnya. tergantung apa? banyak faktor yang bisa mempengaruhi. misalnya menggunakan baterai jenis alkali atau jenis nickel cadmium (Charge) sangat berbeda. kalau baterai cadmium yang digunakan, maka kawat yang bisa mencapai titik tertinggi bisa menggunakan kawat berukuran 0.6 sampai 0.7 untuk torsi yang besar. selamat mencoba. namun perlu diingat juga, kekuatan magnet juga berpengaruh sebagai pendorong dari tekanan gaya lorent yang dihasilkan. kalau gaya yang dihasilkan kawat besar tapi tidak didukung dengan gaya induksi magnet, maka hal itu akan percuma dan sia-sia saja. btw, sebenarnya saya mau buat blog tentang teori ini, tapi nggak ada waktu wuy🙂

    1. rumusnya apa?
      kenapa nickel ma alkali berbeda…
      misal saya ingin mencari top speed yg sangat memuaskan berapa lilitan n berapa tebal kawat yg saya harus gunakan…

  2. blh ngasih masukan gk….gni nech! klo pngen tamiya kmu pnya kestabilan yg sipp banget di tikungan, ikutin cara gw :

    1. bikin posisi bamper dpn lebih condong ke bwah, otomatis posisi pemasangan tiang bearing juga bakal rada miring dikit, jgn banyk2, sktrar 0,4 mm pake fiber pengganjal.
    2. bkin bamper dari fiber, yang panjangnya 1cm dari bamper standar.

    itu saran dari gw, dijamin mobil ente sipp abiess ditikungan. smoga bermanfaat. sori agk krng jelas, gw dah bnyak lupa. soalnya terakhir maen tamiya taon 2001.

  3. saya jg suka dng tamiya saya jg sering ikut lomba2 tamiya klo anda mau coba lawan saya dng balapan tamiya ????????????sya tunggu kpn anda mau main dng saya????????????

  4. ngak cuman kecepatan yang jadi kunci kemenangan dibalapan, hihihi…keseimbangan juga loh, klo mobil kenceng tapi waktu ditikungan ngak imbang trus keluar arena, kan sama aja boonk.
    ada ngak yah artikel yang mbahas perbandingan kecepatan dan keseimbangan tamiya.

  5. td q lomba slope, tapi tamiya kkencengen & jadi gak stabil, trus batre q isi setengah, ehh..malah dijalan abis. pdhal pke batre charge 700mah.
    pjg track 1 putaran skitar 300 meter.
    biar putaran dinamo stabil(lumayan kenceng)& batre irit?tolong dong solusinya.
    kawat ukuran brp?
    angker model apa?
    brp gulungan?(model single/double)?
    menggunakan magnet kuat/sedang?
    kirim ke:amri_sobatpadi@yahoo.co.id

    1. pake kwt yg ukrnnya 0,5
      pake angker yg 10 mm dri auldey
      glungannya 54321
      magnet harus menggunakan yg kuat,yg hrgnya sekitar 200 rbu

  6. @Rio : ayo diadu ^^, lokasi anda dmn?
    @Bima : di asemka mana ny yah? selain merk tamiya, ada ga merk macem o’kami, dll yg lbh terjangkau ?

  7. saya mencari barang2 auldey dengan harga grosiran… tapi belinya satu!!!
    saya nyari magnet, tabung, bearing, roler, stick, tiang, as, gir, sasis….
    kalo ada yang tau di mana belinya dan berapa abisnya hub:08972204803 email:ciutzz_ajj@yahoo.co.id

  8. klo pengen cepet belinya satu satu
    perumahan dinamo 65000
    tutup perumahan 15000
    magnet warna kuning 75000
    klahar perumahan dan perumahan dinamo lupa harganya yang pasti murah
    kumparan 10 lilitan 10 ml
    brendel doulepke yang plastik supaya tikungan cepat dan tidak melayang
    ban muka pake yang kecil terserah mau ban 1 ato 2
    ban belakang pake yang tinggi jangan yang ban lebar,soalnya berat.selamat mencobaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s