Lirih

ahhh……
sambil menarik napas panjang
tersandar di kursi lapuk yang kusam
dipenuhi daki yang tebal
aku memandang selepas layar
yang warnanya pun tak karuan
hampir hijau semua
ternganga …
murung
sambil lirih
Kapan ini semua berlalu
desak kata hati bertanya
dalam canda aku pun merasa gundah
dalam tawa aku pun menangis
kepergian
kedatangan
silih berganti
tanpa seorangpun yang dapat melarangnya
hanya si raja waktu yang dapat mengatur detik, menit dan jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s