IPDN, STPDN ahh terserahlah …

Jadi ikut-ikutan nih buat blog ttg kekerasan. latah kali yah..? (*eh bahasa inggrisnya latah apa yah?). baru-baru ini banyak sekali media masa dan blog menuliskan masalah IPDN/STPDN. sebenarnya aku malas membahas masalah ini, soalnya udah kebanyakan yang bahas, dan larinya yah kesitu situ juga, cuma beda pandangan aja. kekerasan dalam pendidikan semacam itu biasa aku temui dalam hal kemiliteran, tapi nggak body contact. yahh paling tai (kotoran) orang yang dicelemotin ke kumis sambil makan nasi. ihh dengarnya aja jijik banget kali yah..? yah itulah kenyataan yang ada sebenarnya. ini cerita aku dapat dari rekan kerja sebagai security dikantor. dia adalah anggota PM (Polisi Militer). dan ada lagi cerita dari seorang teman yang juga seorang aparat (polisi). dia cerita, kalau dulu pernah di suruh kumur-kumur air putih, terus air kumuran nya di masukkan ke gelas lagi, kemudian air tersebut di kasih ke teman disamping untuk di kumur-kumur lagi, begitu seterusnya. itu kalau ada berbuat salah. (*kasihan banget yah yang kena giliran terakhir? nggak bisa dibayangin lagi deh air kumurannya spt apa).

Kembali ke beberapa tahun yang silam, aku dulu pernah ikut Praja Muda karana (Pramuka) di SMP. disana dibentuk sebuah regu inti, yah.. yah aku termasuk salah satu regu inti tersebut. regu kancil namanya. sempat juga sampai LT III waktu itu, mau pergi ke cibubur malah kalah ama regu lain (*Itu pun isunya ada semacam permainan, yang seharusnya kami yang ikut LT 1 di cibubur). kompak banget waktu itu. morse, smaphore itu mainan di luar kepala. dan perintah-perintah tidak dalam bentuk ucapan tapi menggunakan pluit. perintah hadap kanan “priiiiiiiiit prit” (nada panjang pendek) yahhh begitu pula dgn perintah yang lain. kami adalah regu elite waktu itu, yah anak-anak yang ikut regu inti waktu itu memang kebanyakan lebih unggul dari segi akademik daripada anak-anak lain disekolah. sayangnya … dan amat disayangkan … kami pernah ditampari.. !! (walaupun hanya dengan kertas basah). entah apa waktu itu salah kami semua. kalau saja ini sempat terbuka!! mampuslah itu para pembina. ahh sudahlah, aku tak mau lagi membuka luka lama. emang indonesia ini sudah sakit oleh Orde baru.

One thought on “IPDN, STPDN ahh terserahlah …”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s