Internet bukan Dunia Maya

Dari hasil baca blognya bank AI tentang “Internet bukan dunia maya” saya jadi teringat memory dan kenangan yang tidak mengenakkan beberapa tahun yang lalu. saya sependapat dan setuju banget dengan apa yang dimaksudkan oleh beliau dalam blog tersebut.
Dulu saya gemar sekali chating di IRC dalnet. beberapa channel sering saya masuki. namun banyak sekali orang yang menggunakan media itu hanya sebatas dunia maya, perkenalan antara wanita dan lelaki (yang laki-laki sukanya kenalan ama cewek, kalau kenalan ama cowok pasti nggak dibalas lagi, begitu seterusnya). wajar saja banyak yang menyamar jadi cewek (cowok nyamar jd cewek bagiand dari virtual/maya). kalau di dunia RO (laki-laki yang menggunakan atau menyamar dengan karakter cewek) biasa disebut hode (binatang atau monster cacing yang mirip bentuk alat kelamin laki-laki); mau maki sana sini nggak peduli (coba lewat telepon maki-maki, pasti mikir dulu); karena hanya berpikiran sebagai dunia maya. Mereka nggak memikirkan siapa orang yang diajak bicara di ujung sana. mereka nggak memikirkan apa perasaan orang yang diajak bicara. nggak peduli. pokoknya serba “emang gue pikirin”.
Maksud saya jadikanlah media chatting (IRC) apalagi media internet yang lainnya
sebagai media komunikasi yang baik. ada lagi kasus lain, kasusnya adalah ada orang yang nggak dikenal atau baru saja kenalan, asal main cium “muach” (pakai tulisan ciumnya) salah satu user yang ada dalam sebuah channel. coba saja istri kita di telepon orang lain yang kita nggak kenal, atau dalam suatu diskusi, kemudian dalam percakapan itu terdengar “muach”, apalagi kalau waktunya malam hari, wah bisa barabe tuh. bagi saya membacanya muak, jijik.

Intinya, jangan jadikan Internet sebagai tempat sampah, manfaatkanlah internet dengan baik.

3 thoughts on “Internet bukan Dunia Maya”

  1. Tepat sekali, begitulah sebuah contoh buruk ketika seseorang menganggap Internet adalah dunia maya. Secara psikologis dia merasa berhadapan dengan “imajinasi” seperti seorang yg sedang bermain game sehingga dia bisa berbuat sesukanya. Padahal di ujung sana ada manusia nyata yang akan terkena dampaknya.

    Terima kasih untuk sharing ceritanya Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s