Dua Sisi Pada Manusia (Part II)

Ini adalah sambungan dari Blog saya tentang dua sisi pada manusia yang lalu.
Sebelumnya saya mohon maaf, karena tidak bisa menepati janji saya untuk menulis sambungannya pada hari rabu kemaren. pada hari rabu, 30 Mei 2007 kemaren listrik di kantor saya padam seharian, biasalah, giliran pemadaman listrik secara bergantian oleh PLN setempat. jadi, baru sekarang saya sempat membuat kelanjutan dari tulisan saya tentang sisi manusia ini.
sepertinya banyak pembaca yang salah paham atau salah memaknai tulisan saya sebelumnya, tapi itu saya anggap maklum, karena memang tulisannya masih setengah dan belum tuntas. keburu waktu soalnya. baiklah, saya akan memulainya. agar sambungannya terlihat rapi, saya akan memulainya dari blog wadehel yang saya anggap “menulis dari sudut pandang yang lain”. memang, kebanyakan orang sering suka salah kaprah atau salah pandang jika melihat sekilas tentang wadehel. mengapa? sulit menjelaskannya, karena ini soal rasa. dan bukan soal tulisan.

saya coba untuk mengajak pembaca ke cerita lain, agar lebih memahami. misalnya cerita tentang “sandman” manusia pasir pada film spiderman 3 yang lalu. dia (manusia pasir) sempat berkata “kalau dirinya tidak jahat, dia hanya orang yang salah tempat dan waktu”. sandman melakukan itu semua (dari awal pencurian sampai terbunuhnya paman peter parker) karena ingin menyelamatkan anaknya (dari sakit), dia butuh uang. dari sisi (sudut pandang) lain, sisi peter parker sandman terlihat jahat, dia tak tahu dari awal masalah yang dihadapi the sandman. oleh karena itu dari sudut padang peter parker, sandman adalah mahluk yang jahat (karena telah membunuh pamannya).

Begitu pula jika ada penjahat-penjahat atau pembunuh jika kita mencoba untuk berdiri menempatkan posisi kita pada titik tertentu, kita bisa melihat suatu pembenaran. dan itu bisa kita lihat perkataan wadehel “semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat” pada blognya. Benar dalam hal apa..? kok mencuri dikatakan benar..? pertanyaan ini nggak mau saya jawab🙂 karena ini soal rasa, dan bukan soal benar atau salah.

Oleh karena itu, saya nggak pernah menganggap blog wadehel sebagai black blog atau blog jahat. dan ini adalah tanggapan saya kepada mas roffi pada komentarnya.
kita dianggap jahat oleh orang, mungkin karena kita “dirasa” jahat oleh orang. maksudnya, mungkin seorang polisi dianggap jahat oleh penjahat yang menangkapnya. atau mungkin ada seorang anak kecil yang menggangap orang tuanya jahat, karena melarang untuk keluar malam.

Kembali kepada 2 sisi manusia, terkadang sifat jelek atau sifat negatif kita muncul, terkadang juga sifat positif kita yang muncul. kita bisa tiba-tiba merasa iba melihat anak peminta-minta di jalan persimpangan lampu merah dan kemudian memberikan sedikit uang kepadanya. atau mungkin tiba-tiba saja merasa risih atau terganggu sehingga muncul sifat lain (dari rasa iba) misalnya mengumpat dalam batin “dasar pemalas!! bisanya cuma minta minta..!”

mungkin dari kedua sisi tersebut membuat pembaca bingung. ituah point yang saya angkat. dalam blognya wadehel, dia merasa ingin membuang sisi “wadehel”, dan atau ingin membuat blog baru dari sisi “teguh”. itu pendapat saya, entah pendapat wadehel seperti apa..

kebanyakan orang berharap hidupnya untuk kehidupan yang baik, dan bukan kehidupan yang jahat jelek. menjadi suatu kebanggaan tersendiri jika sudah menjadi orang baik. sehingga jika mendengar hal-hal jahat atau negatif, langsung seperti api disiram bensin, langsung sambar aja. Nah, bagi saya wadehel mencoba menunjukkan kepada kita, bagaimana atau apa yang terjadi jika kita di posisi yang jelek. sehingga kita tidak perlu untuk menjadi jahat dan merasakan jahat itu seperti apa..

di posisi manakah anda berada..?
kalau saya.. saya pilih keduanya.. karena saya bosan hidup menjadi orang “baik”. dan kepada wadehel, teruskan gaya tulisanmu… boleh tulis dari sisi baik, tapi jangan tinggalkan gaya “wadehel” nya. saya ingin merasakan nikmatnya dicaci maki orang..

One thought on “Dua Sisi Pada Manusia (Part II)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s