Mencari uang lewat Korupsi (Nasi bungkus)

Siang ini telah terjadi suatu obrolan santai, antara aku dengan seseorang teman akrab(yang tak perlu aku sebutkan namanya). Sebut saja namanya Andri (nama samaran). Obrolan kami siang itu dimulai dengan masakan atau lauk pauk yang barusan saja aku beli di warung depan komplek.

Masakan atau sayur dan lauk-pauk yang aku beli untuk makan siang itu memang sederhana tapi nikmat untuk disantap, cukup buat makan berdua. Semangkuk sayur lodeh dengan harga 3000 Rupiah, Tahu kecap 4 buah yang dipotong segitiga 2000 Rupiah, Sepotong Ikan tongkol 2000 Rupiah, dan sambal semangkok kecil 2000 Rupiah. Sedangkan nasinya aku masak sendiri dengan pemasak nasi elektronik, mejik jer.

Masakan yang disantap itu pun masih ada sisa, lumayan buat makan makan selanjutnya, nanti malam. dari hasil makanan yang saya beli itu si andri memulai pembicaraan nya. “Murah meriah yah” katanya. Lalu dia melanjutkan pembicaraan nya “kalau di Melda pasti tak bisa dapat kayak gini murah. Kenapa yah banyak orang yang berduyun makan nasi di Melda?” saya cuma bisa tersenyum kecil. lalu dia berkata-kata lagi “dulu saya punya teman, orangnya suka sekali ikut kegiatan kampus. dia sering sekali menjadi panitia dalam acara kampus. kalau dia jadi bagian konsumsi, ada jatah nasi bungkus 6 ribu atau 7 ribu perbungkusnya, maka dia akan mencari ke seluruh jagat kota Pontianak rumah makan, warung nasi, warung pojok atau apalah pokoknya yang menjual nasi bungkus. Dan jelas, Melda tentu bukan pilihannya”.

Aku mulai konsentrasi dan menyimak omongan temanku itu. lalu dia melanjutkan lagi omongannya. “biasanya, teman saya itu ada dapat warung nasi yang jual nasi sebungkusnya 4 ribu rupiah. Pokoknya cari yang paling murah lah. Nah, jatah uang yang 6 ribu itu, dibelikan nasi bungkus yang harganya 4 ribu rupiah. Bayangkan saja, kalau ada 100 orang yang ikut dalam kegiatan kampus, maka keuntungan yang dia dapatkan adalah (6000-4000) x 100 orang = 200.000 Rupiah. 200 ribu masok kocek dah tuh. belum lagi dapat keuntungan minta discount sama yang jualan Nasinya, karena telah order banyak”.

Lalu saya menyahuti “lauknya pakai apa aja tuh yang sebungkus 4 ribu..?” lalu si andri dengan ceplos menjawab “Lauknya ikan asin!! sama tahu setengah, tempe goreng dan sedikit sayur”.

Waduh, udah korupsi, lauknya kayak begituan pulak. “apa nggak malu tuh temenmu ndri kalau ketahuan korup kayak gitu?” aku bertanya. “Mane duli….” katanya, dengan logat kental melayu Pontianak.

Waduh, kalau begini caranya, bagaimana Indonesia bisa maju yak..?

2 thoughts on “Mencari uang lewat Korupsi (Nasi bungkus)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s