Latah Gara2 kelangkaan BBM

gb1

Sudah lebih sebulan ini masyarakat Pontianak dan Mempawah mengeluh akan kelangkaan BBM. Alasan awal yang saya dengar dari beberapa sumber dikarenakan kapal pemasok BBM ke Pontianak khususnya dan sekitarnya terhambat karena ada Kapal yang karam.

Tetapi setelah beberapa minggu ditunggu-tunggu kabar baiknya, kelanggan BBM juga tak mereda. apakah ini hanya sebagai skenario untk menaikkan harga BBM..? saya nggak tahu pasti, tapi yang pasti masyarakat telah dibuat repot, dan sengsara karena harus berlama-lama antri dan berpanas2an di tengah matahari siang yang terik. salut saya tujukan kepada masyarakat yang masih mau tertib dan menjaga jalur antrian tanpa adanya perkelahian. karena di tengah-tengah hiruk pikuk antrian yang penuh dgn emosi yang tinggi itu riskan terjadi ledakan emosi dan bahkan bisa jd terjadi pertumpahan darah.

Sudah beberapa hari ini saya sering bulak-balik ke SPBU terdekat dari tempat kediaman kami, di daerah Kuala mempawah. setiap saya datangi SPBU, pastilah kosong. dan herannya SPBU kosong pun banyak yang antri, ternyata mereka menuggu Mobil pemasok datang. apa yang mereka kejar dari menunggu berjam2 lamanya..? itu pertanyaan yang timbul di batin saya.

gb2Kemarin sore, saya bertanya kepada seorang teman yang baru saja keluar dari SPBU karena sepeda motornya baru saja di isi penuh. pertanyaan itu adalah “ngantri dari jam berapa..?” dia menjawab “dari jam 9 pagi”. saudara-saudara tahu jam beraap saya melontarkan pertayaan itu..? jam 12 lewat, pas jam saya istirahat saya menyempatkan diri untuk melihat2 ke SPBU. bisakah anda membayangkan harus mengantri selama 3 jam hanya untuk 4 liter bensin..? terasa miris bagi saya. jujur saya nggak kuat kalau hrs seperti itu. sedangkan saya melihat msh panjang antriannya. saya pulang saja ke rumah dan berharap keesokan harinya bisa mengisi.

Dan hari ini, saya melihat pemandangan yang agak lucu. kios2 bensin yang tak jauh dari SPBU bertaburan dimana-mana. banyak ken-ken minyak yang terisi penuh. sedangkan SPBU stok nya kosong alias habis, kecuali Solar. saya bertanya ke salah seorang penjual Bensin di sebuah kios yang lebih mirip warung (warung ikut2an jual Bensin). “berapa seliter..?” tanyaku tanpa basa basi. ibu2 itu menjawab tanpa canggung “8 ribu..”. “lha kok mahal bener sampai 8 ribu..?” saya coba menggodanya. lalu dengan sedikit mengerenyitkan dahi dia mengeluh “saya ngambil sama orang 7500 rupiah pak…, kalau bapak tak percaya hayo saya tunjukkan tempatnya. dia beli ngantri pakai Mobil 200 liter, lalu di kuras untuk di jual lagi”.

Ternyata dari situasi yang seperti ini orang2 menjadi latah. yang tak kepikiran untuk menjual bensin pun jd ikut2 ngantri beli bensin utk di jual lagi. daerah kami sudah seperti hutan rimba, yang memiliki mobil dan dana yang besar bisa “menghabiskan stok SPBU”. dan orang lain yang tak kebagian mau tak mau harus membeli mahal dari yang sudah menyetok besar2an itu.

Saya jd berpikir, kalau saja saya punya uang untuk membeli 2000 liter (1 tangki mobil) bensin, dan membuka kios di depan SPBU lalu menjualnya dengan harga 8000 rb rupiah, dapat untung berapa tuh..? saya bsia kaya.

Masyarakat benar2 dibuat latah. latah untuk mengantri bensin tiap hari. ngantri menajdi suatu pekerjaan. antri bensin menjadi suatu keasyikan karena banyak bertemu dengan teman2 yang suka antri bensin (Penimbun dan penjual Bensin).

4 thoughts on “Latah Gara2 kelangkaan BBM”

    1. awalnya kami menyambut gembira atas berdirinya SPBU di Kec. Samalantan, dgn harapan saya sbg konsumen solar untuk operasional di Balai Benih Samalantan Hanya berjarak 200 meter dari SPBU), akan lebih mudah mendapatkan solar dengan mudah dan murah, dan ketika itu solah masih dijuaL DI KIOS RP, 5.000.- dan saya kadang membeli dari SPBU di sekitar skw, namun sekarang harapan tinggal harapan, BBM solar tidak boleh beli langsung dari SPBU, harus di kios dgn harga Rp. 6.000.- padahal kami di balai benih kebutuhan solar mutlak diperlukan hanya untuk keperluan sendiri yang nota bene operasional institusi dinas mlik pemerintah. Sebelum ini solar bisa di beli di SPBU Skw, meski harus ngantri, sekarang BBM solar hanya untuk kendaraan jenis solar yang terkadang digunakan antri berulang kali memanfaatkan dari situasi ini. Mohon kpd phak terkait agar kami sbg konsumen solar ini bisa dipermudah untuk mendapatkanya jangan sebaliknya.

      1. Kepada Bapak Enjam Nurzaman, saya ikut prihatin dengan keadaan yang bapak alami. hal itu juga sama dengan apa yang saya tuliskan diatas. tetapi pemerintah kabupaten dengan cepat menurunkan pihak keamanan untuk menertibkannya.

        Saran saya bapak membuat keluhan ke Pemerintah daerah setempat, supaya ada tindakan yang sesuai untuk menertibkan hal2 yang baoak sampaikan. Negara kita ini negara hukum, bukan negara brutal.

        salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s