32: Belajar Menahan Emosi

Di suatu pemukiman kecil yang tak ramai penghuninya ada beberapa anak yang sedang berkumpul menikmati waktu senggang di bawah sebuah pohon rindang. Siang itu, mereka bercakap-cakap tentang menjadi orang kuat. Siapa yang paling kuat diantara mereka..? yah namanya anak-anak, rasa tak mau mengalah dan egoisme pastilah sangat besar. semua mengaku yang paling kuat. kemudian satu diantara anak-anak itu berkata “kalau memang berani dan kuat, siapa yang bisa memecahkan tempayan semen dengan sekali tinju..?” semua lalu diam. tak ada yang berani berkata-kata, hanya saling memandangi satu sama lainnya.

Kemudian ada seorang anak yang lain dengan santai dan ceplos mengeluarkan kata-katanya “aku bisa…, aku bisa memecahkan tempayan itu dengan sekali tinju” yang lain tak percaya. lalu berkata ” kalau memang bisa, coba lah lakukan!.. jangan hanya cuman bisa bicara..!”. kemudian anak yang santai dan ceplos itu berkata “aku tak ingin melakukannya, karena takut kalau tempayan itu pecah, aku akan dimarahi oleh sipemilik tempayan”. “Tenang saja, kami yang akan menanggungnya” jawab teman-temannya. lalu si anak yang santai dan ceplos itu berucap “aku tak percaya, kalau kalian mau bertanggung jawab”. denganm ketusnya kawan-kawannya yang lain pun berucap “kami pun tak percaya kalau kau bisa memecahkan tempayan itu hanya dengan sekali tinju!!.. kau hanya banyak bicara!! sok dan tak bisa membuktikan kata-katamu sendiri!”

Lalu Tiba-tiba terdengar suara yang keras “Prankk!!!” Tempayan semen itu sudah pecah berantakan, di tinju oleh si anak yang santai dan ceplos tadi. anak-anak yang lain hanya bisa terpenlogo, terdiam, termangu tanpa bsia berkata-kata.

dan tanpa mereka sadari bu ija keluar dari pintu belakang rumahnya, karena mendengar suara bising dari tempayannya yang pecah. anak-anak itu semuanya kabur. hanya si anak yang santai dan ceplos saja yang tetap berdiri disitu. dia dimarahi oleh bu ija. dan bu ija tak mau tahu apa alasan si anak ceplos itu.

Cerita diatas mengajarkan saya bahwa terkadang, kita harus menyimpan kekuatan yang kita miliki untuk hal-hal tertentu. janganlah terlalu besar mengeluarkan energi yang tak ada gunanya. gunakan tenaga, energi, pikiran yang kita miliki untuk hal-hal yang benar-benar membuat kita maju dan bukan mundur kebelakang.

Beberapa hari belakangan ini, saya diajak untuk bermain Tamiya Mini4wd. Secara tidak langsung menyinggung dan menyindir saya hanya sebagai orang yang banyak bicara tanpa berbuat dan menunjukkan sesuatu yang benar atas perkataan yang saya lontarkan mengenai dunia mini4wd. jika saya harus ikut bermain dan fokus terhadap hobby lama saya, tentu pekerjaan kantor, rumah, keluarga yang sudah saya bina bisa saja terbengkalai hanya gara2 hobby tersebut. saya bukanlah saya yang 5 atau 10 tahun yang lalu. saya tidak ingin seperti anak yang santai dan ceplos dalam cerita diatas yang hanya gara2 ingin menunjukkan kekuatannya malah sakit tangannya dan di marah oleh pemilik tempayan pula, tanpa mendapatkan apa2.Pelajaran berharga adalah Fokuslah pada hal-hal yang membaikan dirimu jangan fokus pada hal-hal yang menjelekkan dirimu.

Biarlah orang-orang berkata apa tentang saya, tetapi saya akan tetap membahagiakan keluarga saya dan menjaga karir supaya tetap menanjak. Dunia Mini4wd hanya sekedar Hobby, dia bukan mata pencaharian bagi saya, jadi saya tak perlu mengeluarkan banyak energi untuk itu. jadi maaf bagi teman2 yang kecewa terhadap diri saya. Bagi saya, cukup segelintir orang saja yang mengerti, dan tak perlu banyak. karena orang-orang itu akan mengekalkan kharismaku. Terima kasih Istriku, terima kasih anakku. kalian telah menguatkanku.

Rabu, 13 Juli 2011, Ulang Tahun ku yang ke sekian sekian..

2 thoughts on “32: Belajar Menahan Emosi”

  1. Cerita anak yang meninju temmpayan adalah terinspirasi dari cerita nyata adik saya donny akhmadi yang menendang tempayan, karena ditantang oleh kawanya Hendro. tempayan itu pecah lalu si donny dimarah oleh ibunya hendro.

  2. Tulisan diatas adalah jawaban atas pertanyaan “mengapa saya sudah jarang turun atau tak pernah ikut lomba lagi…??” semoga tulisan diatas dapat mencerahkan semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s