Pusing Ngurus PBB

Pada selasa tanggal 13 Desember 2011 yang lalu, setelah beberapa jam saya kerja, saya minta izin kepada Kepala Seksi untuk ke Pontianak untuk mengurus balik nama PBB atau Rumah yang baru kami beli. Karena PBB tersebut akan kami gunakan sebagai salah satu syarat penerbitan balik nama IMB.

Sekitar pukul 10 Pagi saya berangkat ke kota Pontianak dan sampai ke Pontianak pukul 12 siang. sebelum ke Kantor Pajak Pratama Mempawah yang ada di Pontianak saya makan siang dulu, khawatir maag soalnya. setelah makan saya langsung membawa berkas2 yang diperlukan ke kantor Pajak Pratama.

“Mas, saya mau ngurus balik nama PBB atas bangunan (rumah) yang baru saja kami beli” sambil menunjukkan foto copy sertifikat tanah. lalu si petugas pajaknya tanya..”apakah pajaknya sudah dilunasi..?” sebelum saya menjawab, dia kemudian berkata lagi “kalau belum bayar kita nggak bisa mengeluarkan hasil balik namanya”. lalu saya minta tolong sama petugas pajaknya untuk cek apakah bangunan dan tanah yang ada di dalam sertifikat itu sudah membayar pajak atau belum. tak beberapa lama setelah si petugas melihat2 di komputer katanya ada beberapa tahun belum dibayar pajaknya. lalu saya tanyakan lagi, apakah mas nya yakin belum bayar bbrp tahun terakhir..? dia jawab yakin. dengan menunjukkan wajahnya yang penuh dengan keyakinan.

Lalu tiba2 saya mengeluarkan bukti pembayaran Pajak  untuk tahun 2010 yang dilunasi pada bulan januari 2011. “lha mas, ini bukti pembayaran pajak untuk tahun 2010 lho” ungkap saya kepada petugas yang masih terlihat muda. kok disini saya sudah membawa bukti hasil pembayaran tapi di komputerisasinya (database) belum bayar..?” dan saya pikir ini adalah suatu hal yang sangat-sangat aneh. Mengapa system perpajakan begitu lemahnya…?

Lalu saya tanyakan lagi kepada petugas “ini mas, saya cuma punya bukti pembayaran tahun 2010, berarti saya cuman berkwajiban untuk membayar yang 2011 saja kan..?” lalu si petugas menjawab, “belum tentu pak, siapa tahu tahun tahun sebelumnya belum bayar”. jadi untuk membuktikan sudah bayar atau belum kita hanya mengandalkan struk atau bukti setoran pajak! sungguh sebuah system yang lemah saya pikir.dan petugas pajak sempat berkata kepada saya “biasanya bank nyetor (endak tahu nyetor informasi atau uangnya) ke kantor pajak itu di rapel”. misalnya 5 tahun baru dikasih tahu” waduh.. waduh …. kacau…

Bagaimana jika yang membayar PBB dengan ATM yang buktinya hanya struk lembar putih tipis dan kecil..? kemudian suatu ketika hilang ..? nggak ada bukti berarti belum bayar…?

Saya sunguh heran, mengapa institusi perpajakan yang begitu besar, tidak bisa memanajemen perpapajakan dengan baik..?

Seharusnya, ketika warga negara sudah melakukan pembayaran PBB pada sebuah system billing pajak, terhadap objek pajak (yang ditentukan dengan Nomor Objek pajak) otomatis system di kantor Pajak meng-Update data terbaru dari hasil transaksi tersebut. sehingga, warga ketika lupa pada tahun brp dia belum bayar, akan bsia didapatkan informasinya yang akurat.

Akhirnya, Oleh petugas itu saya disuruh kembali lagi satu minggu kedepan. itu berarti sekitar tanggal 20 Desember saya kesana lagi. Okeylah kita lihat nanti hasilnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s