Gaya berdagang..?

Beberapa bulan yang lalu, saya memesan rak untuk tempat helm-helm. Kebetulan memang helm dirumah cukup banyak dan besar-besar. Cukup berantakan juga kalau nggak dibuatkan tempat khusus kayak rak buku.
Nah berawal dari kawan kantor yang memesan rak tempat formulir pendaftaran perizinan di kantor, saya juga tertarik melihat hasil pesanan itu. Walopun masih menggunakan kayu yang sederhana, tapi karena saya liat cara mengerjakannya cukup rapi, saya je terinspirasi untuk memesan rak helm kepada tempat yang sama.
Langsung saya datangi tempat pembuatan rak tersebut di desa senggiring. Dia menawarkan harga untuk pesanan rak helm saya sebesar 200 ribu. Dengan perbandingan harga rak form di kantor hanya 100 rb. Rak helm saya memang lebih besar dari rak formulir yang tingginya hanya sekitar 1 meter.

Saya menyetujui harga tersebut. Dan dia menjanjikan waktu seminggu untuk mengerjakannya semua.
Dan bisa ditebak…, hasilnyaa molor. Molor seminggu dr waktu semula. Yg dijanjikan🙂

Hasilnya walopun ada sedikit kekurangan (yaitu pada bagain atas rak ada miss ukurannya). Tapi saya puas.
Nah kemarin saya mau pesan rak untuk pajangan mainan saya (Mini4wd) yg juga mulai meenumpuk. Pengen saya buatkan pajangannya. Ya saya coba ke tempat buat rak helm tersebut diatas. Tahu nggak sekarang dia minta berapa..? 500 ribu. Waduh.. kok jd mahal bgt yah.. aneh. Ya udah karena kelanjur udah datang kesana saya mesen kotak obat saja, yang ukurannya sekitar 30 x 50 cm, dikenakan harga 100 rb. Hehe benar2 nggak masuk akal. Yg sebelumnya tempat form surat di kantor dgn ukuran 0,5 x 1 meter dihargai juga 100 rb. Wah kok mau bisnis begini caranya sih..? Bukan soal brp besar uang atau jasa yang harus saya bayarkan. Tetapi soal konsistensi harga yang berubah berubah tidak sesuai dengan kuantitas dan kualitas output, itu yang membuat saya jengkel. Kenapa harus melihat background pembeli dulu baru menetukan tarif..?? Kalau demikian cara anda melakukan bisnis, bisa berbahaya bisnis anda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s